Pages

Team Trainer

Ustadz Idrus, Ustadz Ali M. Munir, Ustadz Fauzy N, Ustadz Imam Royani, Ustadz Yudho M, dan Ustadz Arief Khunaifi .

Dai Daiyah Lingkungan Hidup KAPAL Jatim

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Salah Satu Permainan Highrope dalam Outbound

Meraih sukses yang besar dimasa depan, sangat tegantung pada satu langkah kecil di setiap waktu yang kita lalui. satu langkah kecil yang seringali dianggap remeh

Berdialog Sebagai Media Pelatihan Berinteraksi Sosial

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Permainan Dalam Rangka Melatih Skill Peserta OutBond

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 29 Mei 2013

(Training) Training Of Trainer

Gambaran Umum

Salah satu tugas departement HRD adalah melakukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan, melalui fungsi pelatihan dan pengembangan.

Namun tak banyak yang mampu melaksanakan pelatihan dan pengembangan tersebut sebagaimana yang diharapkan oleh organisasi.

Program ini membantu perusahaan terutama personil bagian HRD dalam merencanakan, mendesain, mendelivery, dan mengevaluasi pelatihan yan d butuhkan perusahaan.


Rekomendasi Peserta
  • Manager HRD, Manager Training, Direktur, dan jabatan – jabatan struktural lain yang baik secara langsung maupun tak langsung menjalankan fungsi pelatihan dan pengembangan karyawan.
  • Staf bagian HRD, personalia, general affair atau bagian lain yang terkait.
  • Individu yang ingin mengembangkan kemampuan dalam hal pengembangan dan pelatihan.
Gambaran Materi
  • Gambaran umum tentang training
  • Melakukan TNA (Training Need Analisyst)
  • Merencanakan dan mendesign training (metode, pendekatan, dll)
  • Melaksanakan proses “delivery of training content”.
  • Public speaking, ice breaking, games, dll.
  • Melakukan evaluasi training
  • Melakukan TFA (Training Failure analisyst)
  • Menghitung dan merencanakan investasi training (Return of Training Investmen)
Durasi Pelatihan

Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 - 3 hari. Bisa dilaksanakan dalam bentuk Outbound Training maupun inhouse training.

Green Preach Leadership Training













( Training ) Leadership Chalange (membangkitkan kekuatan Ilahiah)

Gambaran Umum

Kepemimpinan seringkali diidentikkan dengan jabatan dan otoritas. Sejatinya kepemimpinan itu adalah tugas spiritual yang di emban setiap orang. Hal ini terkait dengan posisi manusia sebagai mandataris tuhan di muka bumi.

Dalam menalankan fungsi kepemimpinannya manusia dibekali dengan berbagai “perlengkapan” dan “peralatan” baik secara fisik maupun batiniah. Selain itu, ada kekuatan yang luar biasa yang dimiliki manusia dalam dirinya yaitu kekuatan ilahiah.

Dalam pelatihan ini, peserta di ajak untuk mengenal kemampuan sederhana yang di milikinya, menyingkap kekuatan besar dibaliknya, serta membangkitkannya untuk diberdayakan dalam kehidupan sehari – hari guna membuka jalan menuju kesuksesan dan kemuliaan hakiki.

Sehingga diharapkan peserta menjadi sosok yang berintegritas tinggi, loyal dan penuh dedikasi pada kehidupan, sodok yang tidak hanya bekerja untuk uang, tetapi menganggap pekerjaan sebagai bentuk ibadah untuk meningkatkan kemuliaan diri dan menyempurnakan kehidupannya.

Rekomendasi Peserta
  • Pemangku jabatan pimpinan di semua lini organisasi.
  • Seluruh karyawan dari level teratas sampai terbawah di lini organisasi.
  • Setiap orang yang berkeinginan mengenal, dan membangkitkan kekuatan ilahiah yang dalam dirinya.
Gambaran Materi
  • Mengenal diri sendiri dalam kapasitas sebagai mandataris Tuhan
  • Hakikat kepemimpinan, dan kaitannya dengan tujuan dan tugas kehidupan
  • 3 tingkat kepemimpinan diri.
  • Mengenal dan membangkitkan kekuatan intutitif dan energi – energi ilahiah.
  • Kepemimpinan : pengaruh tanpa otoritas.
  • Segi tiga akal manusia, kekuatan alam, dan kehendak Tuhan dalam konsep kepemimpinan spiritual.
Durasi Pelatihan

Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 - 3 hari. Bisa dilakanakan dalam bentuk Outbound / Inhouse Training .

Selasa, 28 Mei 2013

NSC - The winning Camp





The Winning Camp for Student

Gambaran Umum

Berbagai permasalahan yang sering dihadapi peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar di kelas adalah kesulitan untuk membangun konsentrasi dalam belajar, kesulitan menerima materi pembelajaran, melemahnya motivasi belajar, tidak bisa menghubungkan antara apa yang dipelajari dengan bagaimana pengetahuan itu digunakan, dan lain sebagainya.

Sementara itu, pola belajar - mengajar yang selama ini diterapkan di lembaga – lembaga pendidikan sering tidak menyentuh pada permasalahan – permasalahan yang dialami oleh peserta didik sebagaimana yang dimaksud di atas. Proses belajar mengajar yang banyak dilakukan adalah model pembelajaran dengan metode ceramah dengan cara komunikasi satu arah (teaching directed). Cara pembelajaran seperti itu sangat jauh dari “menyentuh modalitas dan potensi pembelajaran peserta didik”. Akibatnya tidak sedikit peserta didik yang gagal menggali dan mengembangkan potensi belajarnya sehingga gagal pula proses belajar yang diterapkan padanya.

Setiap orang memiliki modalitas pembelajaran yang berbeda sekaligus sebagai pintu masuk untuk menggali potensi tersembunyi yang dimilikinya. Untuk itu diperlukan suatu proses pembelajaran dengan keterlibatan aktif peserta didik, dimana peserta didik memperoleh kesempatan untuk membangun sendiri motivasinya, menyelesaikan permasalahannya secara mandiri, dan yang terpenting adalah mereka dapat belajar dengan caranya sendiri, sehingga mereka mampu membangun sendiri pengetahuannya dengan pemahaman yang mendalam, yang pada pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas diri dari peserta didik tersebut.

Rekomendasi Peserta
  • Pelajar SD (minimal kelas IV).
  • Pelajar SMP, SMU, dan SMK
  • Mahasiswa Perguruan Tinggi
Gambaran Materi
  • Menggali potensi tersembunyi yang ada dalam diri tiap – tiap peserta didik;
  • Mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, dan analitik;
  • Melatih kemampuan berkomunikasi, berinteraksi dan bekerja sama secara efektif dengan lingkungan pembelajaran yang dimasukinya;
  • Melatih kemampuan Menyelasaikan Masalah (Problem solving), dan Membuat Keputusan (Decision Making) dalam menghadapi berbagai persoalan baik dalam proses belajar maupun dalam kehidupan nyata sehari – hari;
  • Mengenal dan memberdayakan tipe kepribadian dan modalitas pembelajaran untuk meningkatkan prestasi (Learning How to Learn).
  • Menumbuhkembangkan motivasi dan tekad positif untuk terus belajar dan berkarya tanpa henti;
  • Membentuk karakter dan kepribadian yang unggul, tangguh dan berkualitas melalui pengembangankecerdasan emosional dan spiritual.
Durasi Pelatihan 
 
Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 - 3 hari. Bisa dilakanakan dalam bentuk Outbound Training .

Management Perubahan

 Gambaran Umum

Perubahan dan percepatan perubahan adalah dua hal yang datang sebagai suatu tantangan yang harus dihadapi. Ketidaksiapan dalam menghadapi tantangan bisa berakibat sangat buruk, karena hal itu mengancam langsung pada existensi organisasi.

Perubahan datang dalam berbagai bentuk dan prilaku semisal ; perkembangan teknologi terbaru, krisis ekonomi, peningkatan permintaan pelanggan, globalisasi, pesaing baru dengan model bisnis baru juga, dan lain sebagainya.

Program pelatihan ini bermaksud membantu organisasi untuk belajar bagaimana mengadapi perubahan, mulai di tingkat perusahaan sampai perorangan di posisi paling bawah. Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan setiap orang untuk secara proaktif beradaptasi dengan perubahan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

 Rekomendasi Peserta

  • Kepala departement, manager, asmen/asdir, dan pejabat selevel.
  • Pejabat fungsional di dalam dan antar departement di level menengah ke atas.
  • Personal disemua lini organisasi terutama yang berkaitan langsung dengan pengembangan strategi organisasi, serta berkepentingan terhadap management perubahan.

Gambaran Materi
  • Perubahan dan efeknya bagi organisasi.
  • Isu – isu perubahan dan bagaimana menghadapinya secara positif dan strategis.
  • Berbagai theory tentang management perubahan.
  • Memilih dan mengadopsi metode yang sesuai bagi organisasi dalam menerapkan management perubahan.
  • Strategi, alat dan keterampilan yang dibutuhkan dalam penerapan perubahan
  • Mengenal berbagai tantangan yang akan dihadapi selama dalam proses perubahan.
  • Langkah-langkah proaktif yang diperlukan untuk melaksanakan perubahan di Organisasi.
  • Penegasan dan visualisasi keberhasilan yang dicapai setelah implementasi perubahan.
  • Perubahan sikap dan motivasi untuk implementasi berkelanjutan.
  • Review dan rencana aksi.
Durasi Pelatihan

Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 - 3 hari. Bisa dilakanakan dalam bentuk Outbound Training maupun In House Training.

Building The Winning Team

 Gambaran Umum

Adalah impian setiap perusahaan untuk memiliki team juara. Sebuah team yang mapu bekerja secara mandiri, bisa memotivasi dirinya sendiri, dan team yang mampu menyelesaikan konflik internalnya dengan merubah konflik menjadi daya produktifitas luarbiasa.

Untuk itulah Program ini dirancang. Program ini fokus pada bagaimana membangun team dengan performa terbaik. Peserta di beri pemahaman tentang arti penting dari saling ketergantungan, dan meningkatkan kerjasama, terhadap pencapaian tujuan bersama.

Selain itu, peserta akan di berikan berbagai mcam kegiatan yang bertujuan membangun team kerja yang solid, memiliki motivasi kuat, membangun komunikasi efektif antar personal di dalam team, serta team yang tahu caranya mencapai keberhasilan bersama.
 
Rekomendasi Peserta
  • Para kepala department yang satu sama yang lainnya memliki hubungan kerjasama dan kolaborasi dalam organisasi.
  • Team kerja yang kesehariannya bekerja secara bersama sama dalam satu bidang , misalnya bagian produksi, bagian opersional, dan lain – lain.
  • Semua lini dalam organisasi yang bekerja sebagai suatu team baik dalam sekala kecil maupun besar.

 Manfaat pelatihan :
  • Terbentuknya team dengan kinerja dan terbaik.
  • Setiap orang sadar akan potensi yang dimilikinya dan dengan itu mampu memberikan kontribusi positif sekaligus produktif terhadap team.
  • Perusahaan memiliki team kerja yang solid, mandiri, dengan kemampuan memotivasi diri sendiri, dan menyelesaikan konflik internal menjadi daya dorong terhadap peningkatan produktifitas kerja.
  • Peserta memahami dan mampu mengimplementasikan perihal komunikasi efektif, sinergi, empaty, dinamika kelompok, dan lain – lain.
  Gambaran Materi
  • Teamwork and team dynamics.
  • Membangun visi, nilai, semangat kebersamaan, empathy dan kepercayaan.
  • Management konflik, dan komunikasi efektif dalam team
  • Meningkatkan kemampuan manajemen konflik, dan pemecahan masalah dalam team, dengan tetap mempertahankan kreatifitas dan motivasi, dalam berbagai situasi yang berbeda.
Durasi Pelatihan

Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 - 3 hari (24 Jam efektif) dalam bentuk Outbound Training

Minggu, 28 April 2013

Supervisory Skill & Attitude Developement

Gambaran Umum

Supervisor. Bagi kebanyakan karyawan di level bawah merupakan sebuah posisi dengan tantangan yang sangat berbeda dari karyawan biasa. Apalagi bagi mereka yang baru, di promosikan. Seorang supervisor harus memiliki kemampuan leadership setidaknya sedikit diatas rata – rata karyawan biasa.

Namun dalam banyak kasus ternyata tidak semua orang / karyawan baik skillnya utamanya mental, mampu menerima / mengamban jabatan supervisor. Lebih – lebih bagi seorang rekruitment baru (lulusan baru), dengan usia reatif muda, meskipun jenjang pendidikan maupun pengetahuannya mendukung jabatan sebagai supervisor.

Program Supervisory Skill & Attitude Developement ini di kembangkan guna membantu para supervisor, maupun calon supervisor untuk mempersiapkan dan memperkaya diri dengan kemampuan dan prilaku yang selayaknya dimiliki oleh seorang supervisor.

Rekomendasi Peserta
  • Karyawan yang akan di promosikan menjadi supervisor.
  • Supervisor di semua lini organisasi.
  • Karyawan yang secara strukturan maupun fungsional selevel dengan supervisor.
  • Recruitment baru yang dipersiapkan untuk mengisi jabatan supervisor.
Gambaran Materi
  • Berlatih bagaimana menghadapi perubahan dan tantangan di posisi yang baru (supervisor)
  • Membangun kehormatan diri, kebanggan diri, dan kepercayaan diri yang positif dankonstruktif.
  • Teknik membangun komunikasi dan mnyelesaikan masalah konflik.
  • Menilai dan mengukur kekuatan dan kelemahan diri, menggali potensi tersembunyi.
  • Berlatih bagaimana meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
  • Membangun team kerja yang solid.
  • Memahami pentingnya membangun kepercayaan, pendelegasian, keteladanan, dan tanggungjawab lam konteks kepemimpinan seorang supervisor.
Durasi Pelatihan

Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 - 3 hari (24 Jam efektif). Biasa dilakanakan dalam bentuk Outbound Training maupun In House Training.

Selasa, 23 April 2013

High Performance Leadership

Gambaran Umum

Semakin tingginya persaingan pasar dari waktu ke waktu, meningkatkan kebutuhan setiap organisasi akan pemimpin / manager berkualitas, yang memiliki kemampuan dalam mengembagkan kemampuan team, dan memiliki kemampuan mentransformasi kekuatan yang dimilikinya menjadi benefit bagi organisasi terutama dalam meningkatkan daya saing.

Untuk menyikapi hal tersebut kami merancang sebuah model training dengan pendekatan yang systematic, instant dan praktical, untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan/managerial. Dalam program ini para peserta dilatih untuk memiliki motivasi, dan loyalitas terhadap perusahaan, serta memiliki kemampuan mengemban tugas dan tanggungjawab besar, mengembangkan visi kepemimpinan dan memimpin team / organisasi melewati situasi – situasi kritis sekaligus membawanya menuju pencapaian persetasi terbaik.

Kami melaksanakan model leadership coaching, dimana setiap peserta dilatih kemampuannya untuk meningkatkan skill bawahannya, mengembangkan kemampuan strategic dalam binis, menerjemahkan kebijakan/perintah kedalam bentuk action plan.

Rekomendasi Peserta
  • Pemangku jabatan direktur, manager, asdir/asmen/, supervisor disemua lini organisasi.
  • Personel yang di persiapkan untuk menduduki jabatan managerial di kemudian hari (management trainee).
  • Pejabat fungsional di perusahan terutama di level menengah ke atas dan yang memiliki tanggungjawab berkaitan dengan penentuan strategi organisasi.
Manfaat Pelatihan :
  • Peserta bisa meningkatkan kompetensi kepemimpinannya dengan memanfaatkan potensi unik yang dimilikinya.
  • Terbangunnya motivasi dan rasa memiliki pada diri peserta sehingga mendorong untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan.
  • Peserta memiliki kemampuan strategic planing, motivating, problem solving & decision making.
  • Peserta memiliki kemampuan untuk mengeksekusi printah strategi ke dalam bentuk action plan.
Gambaran Materi
  • Tantangan kepemimpinan (Leadership challenges), Gaps between performance and expectations.
  • Gaya kepemimpinan dan penerapan yang relevan terhadap bawahan.
  • Pemimpinan visioner ; self-belief, commitment, passion, courage and confidence.
  • Empowerment, delegation, motivation and leading team.
  • Integrating people, strategy and processes for bridging the execution gap.
  • Sustaining innovation, enhancing creativity, problem solving skills & decision making.
Durasi Pelatihan

Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 - 3 hari (24 Jam efektif). Biasa dilakanakan dalam bentuk Outbound Training maupun In House Training.

Executive Soft Skills Development Program

Gambaran Umum

Tidak semua personel yang menempati posisi eksecutive menengah ke atas memiliki kemampuan untuk mencapai perfoma terbaik yang diharapkan oleh organisasi. Bahkan tak jarang diantaranya bahkan gamang dan tertekan oleh tuntutan tugas yang harus diembannnya.

Untuk itu mereka perlu latihan dan wadah pembelajaran guna memiliki kemampuan untuk mencapai performa terbaik yang yang mampu dicapainya. Mereka butuh untuk memahami dan tahu bagaimana cara mengembangkannya “soft skill” yang menjadi prasyarat menjadi pribadi yang sukses dan mencapai kemuliaan diri dalam kariernya.

Executive soft skills development program dirancang untuk menjawab kondisi tersebut. Dalam program ini para peserta dibantu untuk mengembangkan karakter pribadi yang sukses, dengan membuka dan memperkuat potensi – potensi dirinya yang tersembunyi.

Para fasilitator, akan mendampingi dan membantu peserta, dalam hal ini. Bersama – sama dengan para trainer dan fasilitaor peserta juga melakukan kegiatan dalam rangka mengeksplorasi soft skill yang efektif dalam melaksanakan tugas – tugas executive sekaligus mengembangkan karier.

Rekomendasi Peserta
  • Pejabat eksekutif level menengah keatas di perusahaan, yang dalam pekerjaannya membutuhkan kualitas pribadi terutama dalam hal softskill.
  • Individu yang meyakini bahwa dirinya memiliki potensi yang luar biasa namun kesulitan dalam menggali mengembangkan serta memberdayakannya.
  • Jajaran fungsional di midle dan top management.
Manfaat Pelatihan :
  • Peserta mampu membangun citra diri positif, dengan mengembangkan kehormatan, keyakinan dan kepercayaan diri, mebudayakan prilaku kerja positif dan productif, serta memiliki motivasi, dan daya kreatifitas.
  • Peserta mampu mengembangkan potensi – potensi laten yang dimilikinya dan memberdayakannya di lingkungan pekerjaan.
  • Perusahaan diharapkan memiliki pejabat executif yang memiliki keyakinan dan kepercayaan diri yang kuat, prilaku kerja yang posistif, dan sangup memotivasi dirinya sendiri guna mencapai peak performance di perusahaan.
  • Peserta mampu membangun suatu hubungan yang harmonis dilingkungan departmennya, dan antar departement dalam perusahaan, guna tercapainya tujuan organisasi.
  • Peserta memilik kemampuan management konflik, analisa resiko, dan tahu bagaiman meminimalisir negative effect dari suatu conflik, dan disaat bersamaan menjadikan konflik sebagai penguat motivasi, dan meningkatkan produktifitas.
  • Merubah paradigma dan mindset seorang karyawan biasa menjadi paradigma dan mindset executive yang memiliki jiwa dan rasa memiliki yang kuat terhadap perusahaan.
Gambaran Materi
  • Mengeksplorasi, menggali dan memberdayakan potensi diri.
  • Percepatan perubahan mindset dan paradigma sehingga mampu mengikuti dan menerima perubahan.
  • Belajar bagaimana memanfaatkan potensi guna meningkatkan peak performance levels.
  • Management waktu, mangement konflik, manajement resiko, dan management stres.
  • Merancang dan menetapkan tujuan serta menyusun langkah – langkah guna mencapainya.
  • Berlatih dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan yang tepat dalam bebagai kondisi kerja / bisnis.
Durasi Pelatihan

Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 - 3 hari (24 Jam efektif). Biasa dilakanakan dalam bentuk Outbound Training maupun In House Training.

Jumat, 12 Agustus 2011

Membuka Misteri Kehidupan (bagian I)

Hidup manusia, sebagaimana anda dan saya, serta keberadaan alam semesta, sesungguhnya dipenuhi oleh misteri besar. Dari zaman dahulu kala sudah banyak ilmuwan, cerdik pandai, serta filosuf yang mencoba untuk membuka misteri maha besar tersebut. Tidak kurang ilmuan dan filosuf sekaliber Socrates yang terkenal dengan dengan ”Gnothi Seauthon (kenalilah dirimu)”nya, Aris toteles dengan menunjuk ”ratio” sebagai pembeda antara manusia dan binatang atau filsuf – filsuf lain yang lahir di zaman – zaman berikutnya semisalnya saja di zaman renaissance seperti Kant, Descartes, Berkeley, dan lain – lain, bahkan tidak kurang para ahli – ahli psikologi seperti Freud, Jung, Maslow, dan lain – lain melakukan penelitian untuk menyingkap tabir misteri kehidupan. Namun sampai saat ini rahasia yang bisa tersingkap hanyalah sebagian kecil dari misteri besar sesungguhnya. Setiap upaya untuk menemukan jawaban dari pertanyaan – pertanyaan kita tentang kehidupan, selalu berakhir dengan batasan ruang dan waktu.

Pendekatan – pendekatan saintifik yang dilakukan para ahli hanya bisa menjawab pertanyaan tentang bagaimana semua unsur alam bekerja, atau dengan kata lain hanya bisa menjelaskan mekanisme – mekanisme dari hukum – hukum alam belaka. Meskipun manusia dilengkapi dengan kemampuan untuk merenungkan kebenaran (intelektual) yang dengan itulah kita melakukan pencarian tentang kebenaran dari mana asal – usul kita namun semuanya hanya mampu menemukan jawaban dari pertanyaan ”bagaimana”. Sementara jawaban dari pertanyaan pertanyaan ”mengapa dan untuk apa alam dan manusia itu ada” atau pertanyaan – pertanyaan lain yang senada semisal apa sebenarnya tujuan hidup manusia? Apa fungsi alam dalam kehidupan ini? dengan kata lain untuk membuka tabir misteri yang lebih besar ternyata tidak cukup dengan mengandalkan intelektual yang berlandaskan saintifik belaka. Di butuhkan suatu jenis pengetahuan lain yang tidak terhalang oleh batasan ruang dan waktu, untuk menyingkap rahasia kehidupan. Saat itulah semestinya kita sadar bahwa pencarian yang kita lakukan adalah pencarian spiritual, dan memanfaatkan intelektual kita dengan lebih religius.

Pencarian jati diri manusia sangat penting artinya. Karena kesadaran akan jati diri itu menyangkut bagaimana kita menjalankan kehidupan. Anda tentunya sepakat dengan saya, bahwa setiap apapun yang ada di alam ini, tentulah mempunyai tujuan dan fungsinya masing masing. Karena Tuhan tidak akan menciptakan sesuatu melainkan ada tujuannya. Demikian pula dengan diri kita manusia sebagaimana saya dan anda. Dengan adanya tujuan maka hidup bisa berjalan. Dalam perjalanan inilah kemudian setiap individu mempunyai tujuan antara atau saya katakan sebagai misi/tugas - tugas.

Bagi para penganut dan praktisi mistik keagamaan, tujuan kehidupannya yang paling sempurna adalah manunggal atau bersatu kembali dengan sang khaliq. Kesempurnaan bisa dicapai jika sudah bebas dan merdeka dari ketersesatan.

Dalam konteks pengembangan diri modern, kesempurnaan sama artinya dengan kesuksesan. Dan kesuksesan itu bersifat lahir dan bathin, hidup dan mati. Mengutip buku KUBIK leadership, bahwa kesuksesan seseorang ditandai dengan 4 ta, yaitu harta, tahta, kata, dan cinta. Dengan tidak mengurangi maksud dari penulis buku tersebut saya sedikit “membumbui” bahwa orang sukses adalah orang yang berharta (merdeka secara materi), berkedudukan (merdeka secara otoritas), kata (berilmu, sehingga didengar orang / merdeka secara lisan dan ilmu), cinta (mencintai dan dicintai/merdeka secara emosional). Dari penjabaran tersebut diatas dapat saya simpulkan bahwa Kesempurnaan adalah kebebasan dari segala bentuk keterikatan.

Lalu bagaimana mencapai kesempurnaan atau kesuksesan?

Kita mulai dari kesadaran diri tentang siapa, darimana dan mau kemana kita? (kesadaran akan diri sendiri/aspek pribadi) Selanjutnya sadar akan tugas, fungsi, dan tanggung jawab (aspek Sosial). Dan yang terakhir adalah sadar harus berbuat sesuai dengan kapasitas pribadi dan kedudukan sosial (aspek aplikatif).

Saya sering mendengar istilah hidup itu hanya tiga hari yaitu hari kemarin, hari ini, dan hari esok. Hari kemarin adalah sejarah yang telah lewat yang tak mungkin lagi dirubah dan diperbaiki, dia telah berlalu apa adanya, hitam putihnya, baik buruknya, apapun itu sudah tidak ada kesempatan bagi anda untuk memperbaikinya. Demikian halnya masa depan merupakan harapan anda, cita – cita anda, visi anda, dan anda tidak punya kekuatan untuk kesana dan membentuknya sesuai keinginan anda. Anda bahkan tidak bisa meramalkannya. Dan hari ini adalah hari yang sebenar – benarnya milik anda dimana anda bisa menulisi, menggambar, mewarnai sesuka anda. Secara harfiah hanya hari ini yang menjadi milik anda sepenuhnya.

Perubahan adalah kata kunci kita. Perubahan berarti berpindah dari yang buruk menuju yang baik (berhijrah). Namun perubahan tidak akan ada tanpa kesadaran. Maka saya mengajak anda untuk tahu dan sadar siapa diri kita kemarin, hari ini, dan hari esok. Karena pemahaman pada alam dan diri sendiri akan sangat berpengaruh bagi hidup kita.

Dimensi Spiritual, Metafisika, dan Tuhan

Dewasa ini seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, aspek kehidupan seringkali dipisahkan dengan aspek spiritual. Dimana pemahaman orang – orang “modern” semakin menjadi “awam” akan kehidupannya. Pengertian bahwa aspek kehidupan itu hanya berputar masalah materi atau fisik belaka. Kita lupa bahwa sesungguhnya kehidupan itu mempunyai nilai – nilai sikap dan peri laku yang berasal dan diturunkan dari faktor spiritual atau meta fisik.. Bahwa sebenarnya spiritual tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Bahkan kalau saya memandang secara ekstrem bahwa sebenarnya spiritual itu adalah kehidupan itu sendiri.

Oleh karena itu, maka di awal kebersamaan ini saya ingin mengajak anda untuk melihat urutan perjalanan kita di kehidupan ini. Secara sederhana perjalanan hidup kita adalah lahir, kemudian berperoses dan berkarya (hidup), dan selanjutnya mati.

Yang menjadi pertanyaan adalah darimana kita berasal sebelum lahir dan kemana tujuan kita setelah mati? Dalam konteks spiritual dan mistik keagamaan bisa kita temukan paham yang bersifat tunggal dan universal. Tunggal karena itu adalah satu – satunya tujuan dan universal karena berlaku bagi semua agama dan keyakinan.

Kita kembali melihat siklus lahir – berproses/berkarya – mati. Saya mengajak anda untuk melihat siklus sederhana itu menjadi sedikit lebih luas sebagai berikut tiada – ada (lahir, hidup, mati) – tiada. Bisa dikatakan kehidupan ini berawal dari tiada, kemudian ada, dan kembali ke ketiadaan. Nah yang harus kita perhatikan adalah dimana sebenarnya posisi ketiadaan itu? Itulah yang dikatakan sebagai awal dari segala awal dan akhir dari segala akhir. Dan ketiadaan itu bukan berarti kosong atau tiada dalam pengertian harfiah, tetapi justru adalah sejatinya eksistensi. Ini adalah dimensi spiritual kehidupan kita yang sebenarnya. Itulah Tuhan Zat Yang Maha Pencipta. Lalu dari ketiadaan lahirlah kehidupan (lahirlah manusia dan alam) untuk suatu tujuan tertentu, dan inilah dimensi material dalam kehidupan kita termasuk di dalamnya lembaga keagamaan dan spiritual dalam konteks ilmu psikologi. Setelah dari dimensi material pada akhirnya kembali ke ketiadaan dengan kata lain kembali ke dimensi spiritual, kembali ke eksistensi sejati atau kembali kepada Tuhan Zat Yang Maha Segalanya.

Dalam budaya jawa kita mengenal istilah “Manunggaling kawulo Gusti”, sering pula dalam kehidupan kita sehari – hari kalau ada orang mati, ada ucapan “telah berpulang”, atau telah kembali pada Nya, dan lain – lain, yang menunjukkan pengakuan kita terhadap kematian, bahwa sesungguhnya kematian itu bukanlah akhir tetapi memasuki proses baru yaitu proses “pulang” dan proses “kembali”. Dimensi spiritual yang dalam ilmu filsafat dikatakan sebagai metafisika, merupakan dimensi di luar nalar dan logika. Dimensi spiritual menyangkut iman, rahasia kehidupan, energi – energi metafisik, dunia immaterial (dunia gaib). Dimensi spiritual adalah asal muasal pencetakan blue print kehidupan, dimensi spiritual adalah antara mahluk dan Tuhan. Sebagai kesimpulan tentang dunia metafisika adalah penemuan eksistensi Tuhan Yang berada pada batas terakhir pemikiran logis manusia.

Beberapa teori metafisik yang dikemukakan oleh pakar – pakar filsafat mengerucut pada suatu pengakuan tentang adanya Tuhan, seperti misalnya sebuah dalil dari Anselmus yang kemudian dikenal sebagai dalil ontologis sebagai berikut : ”segala sesuatu di dunia ini tidak ada yg sempurna, melainkan hanya memperlihatkan tingkatan – tingkatan. Oleh karena itu, tentu ada satu yang paling sempurna yang mengatasi semua ketidaksempurnaan itu, yakni ”The Perfect Being”. Lalu sebuah dalil yang dikemukakan oleh aristoteles dan dikenal sebagai dalil kosmologis, yaitu sebagai berikut : ”keteraturan alam semesta ini ditentukan oleh gerak (motion). Gerak merupakan penyebab terjadinya perubahan di alam semesta. Akhirnya akal manusia tiba pada suatu titik yang ultimate, yaitu sumber penyebab dari semua gerak. itulah Penggerak yang tidak digerakkan. Itulah Sang Misteri, itulah Sang Pencipta. Itulah Tuhan.

Manusia dan alam sebagai pernyataan eksistensi

Dari dalil – dalil filsafat di atas secara sadar manusia mengakui keterbatasannya, dan mengakui bahwa ada sesuatu kekuatan yang lebih besar, yang mengatur alam ini lebih dari sekedar perjalanan secara alami belaka. Lebih dari sekedar hukum – hukum alam yang berlaku. Terbukti dengan ”keputusasaan” manusia mencari garis batas semesta raya ini, dengan menyebutnya sebagai ”Universe”, yang merupakan tanda untuk merujuk pada Yang Esa ( Unum Versus).

Tuhan ada (Wujud), itu adalah nilai yang tidak bisa di tawar. Tapi siapa yang akan merasakan dan mengakui eksistensi Tuhan? Untuk itulah Tuhan merasa perlu menciptakan alam semesta. Yang dengan kehendakNya jadilah alam semesta dengan segala fungsi, dan tujuan penciptaannya. Juga menciptakan manusia, dengan segala potensi dan tentunya tugas dan amanah yang diembannya. Dan hal pertama yang harus dilakukan oleh manusia adalah memberikan kesaksiannya akan eksistensi Tuhan. Itulah yang dalam agama islam disebut sebagai Syahadat. Seseorang yang muslim dan diakui muslim, terlebih dahulu harus mengucapkan dua kalimat syahadat yang merupakan kesaksian nya terhadap eksistensi Allah, dan kesaksiannya bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah. Hal yang sama berlaku pula bagi binatang tumbuh – tumbuhan, planet – planet dan seluruh alam. Semuanya menyatakan kesaksiannya terhadap eksistensi Tuhan.

Tuhan menciptakan alam dan manusia, kemudian Tuhan memerintahkan alam dan manusia untuk bersaksi tentang eksistensinya, dan dengan kehendak Tuhan pula alam dan manusia melakukan itu. Tuhan menginginkan suatu pengakuan terhadap eksistensiNya, dan Dia menciptakan alam dan manusia. Makalah jadilah alam dan manusia sebagai pernyataan eksistensi Tuhan.

Saya pernah berdialog dengan teman saya Rudy. Rudi adalah teman semasa kuliah dan aktif di organisasi kemahasiswaan, dan sekarang dia menjadi Dosen di Perguruan tinggi tempat kami kuliah dulu. Rudy adalah teman sekaligus guru spiritual bagi saya. Dalam dialog kami Rudy mengeluarkan suatu pernyataan yang cukup mengejutkan. Dia mengatakan bahwa ”Manusia itu lebih dulu ada dari pada Allah, dan manusia yang bisa membuat Allah menjadi ada”. Wow..! sungguh kontroversi pernyataan itu bagi saya ketika itu. Bagaimana mungkin manusia yang kecil dan lemah ini lebih dulu ada dari pada Tuhan? Dan bagaimana mungkin manusia menjadi sebab musabab adanya Tuhan. Sungguh saya tak habis pikir. Beberapa waktu saya mencoba menelaah ucapan itu tapi yang ada justru pikiran bahwa Rudy sudah gila, atau setidak – tidaknya sedang dirasuki syaitan entah dari mana. Saya juga berpikir kalau Rudy terlalu banyak menuntut ilmu spiritual sehingga otak logisnya tidak lagi mampu bekerja dengan benar. Saya merasa bahwa pernyataannya kali ini benar – benar sesat dan menyesatkan. Namun setelah melalui perdebatan yang cukup panjang saya baru menyadari bahwa maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa manusia dan alam adalah pernyataan eksistensi Tuhan. Manusia terlebih dahulu diciptakan baru kemudian menyatakan eksistensi Tuhan. dengan kata lain penciptaan manusia dulu baru kemudian muncul kesaksian adanya Tuhan. Manusia sendiri yang menjadi sebab utama adanya tuhan dalam hidupnya melalui kesaksiannya.

Manusia : Jasad, Ruh, dan Jiwa

Manusia adalah mahluk yang kompleks mengandung unsur materi dan non materi. Unsur materi adalah jasad kasar, dan unsur non materi adalah ruh halus. Jasad kasar yang berdiri sendiri tidaklah bisa disebut sebagai manusia. Demikian pula dengan ruh yang lepas dari jasad pun tidak bisa dikatakan sebagai manusia. Bisa dikatakan sebagai manusia apabila jasad kasar bersatu dengan ruh halus, Dengan begitu manusia merupakan integritas dari jasad, dan ruh.

Masing masing unsur membawa potensi sendiri – sendiri. Kita mulai dengan jasad. Jasad manusia merupakan wadah bagi ruh bersemayam. Jasad kasar yang bersifat fana (bisa rusak) ini terdiri dari berbagai bagian seperti bagian kepala yang berisi otak, telinga, mata, hidung, lidah.

Badan yang berisi system pencernaan, jantung, lever, dan lain, lain, kemudian anggota badan berupa kaki dan tangan. Dalam budaya tradisional, maupun mistik keagamaan kita mengenal pemahan tentang unsur pembentuk tubuh manusia yaitu dari empat unsur utama yaitu tanah, air, udara, dan api. Masing – masing unsur mengandung kelebihan dan kekurangan sendiri – sendiri di. Itulah kemudian dikatakan bahwa jasad manusia terbagi – bagi dan tidak tetap,

Selanjutnya ruh manusia merupakan elemen dasar pembentuk perilaku manusia. Ruh merupakan pembawa sifat – sifat ketuhanan dalam diri manusia. Ruh adalah energi yang menggerakkan jasad. ruh yang membuat jasad ini menjadi hidup. Ruh yang membawa sifat – sifat ketuhanan bersifat tunggal dan murni. Hal ini sangat bertolak belakang dengan sifat jasad kasar. Kedua unsur pembentuk manusia ini bersifat suci. Tetapi interaksi antara keduanya menghasilkan suatu substansi lain yaitu jiwa. Jiwa adalah salah satu istilah yang digunakan merujuk pada suatu substansi yaitu dimensi spiritual atau rohaniah. Istilah lain yang sering dipakai adalah Nafs, hati, atau nyawa. Jiwa juga bisa dikatakan sebagai ruh yang sudah memasuki jasad dan terpisah dari asalnya yang bersifat immaterial. Nah yang berperan penting kemudian di dalam kehidupan masing masing orang adalah jiwa. Dalam pengertian kaum sufi, jiwa disebut sebagai Nafs. Nafs inilah kemudian dalam bahasa indonesia disebut sebagai nafsu.

Sebagai ”oknum” nafs / jiwa bisa membawa kita ke jalan yang benar ataupun jalan yang salah. Oleh karena itulah maka dalam para sufi kehidupan para sufi urusan pemgendalian nafs merupakan hal yang sangat penting dan menjadi utama.

Perdebatan tentang ruh, jiwa, hati, dan nafs tak akan ada habisnya. Namun garis tengah dari perdebatan itu harus kita ambil. Suatu benang merah harus ditarik untuk kepentingan penyadaran pada diri setiap manusia. Benang merah yang paling jelas tentulah kesadaran bahwa diri manusia itu merupakan integritas dari jasad kasar yang material dan ruh halus yang immaterial. Jasad kasar membawa sifat – sifat mahluk dan ruh halus membawa sifat – sifat ketuhanan. Bersambung .